
Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menyampaikan keprihatinannya terkait dua tantangan besar yang dihadapi daerahnya, yaitu sumber daya manusia (SDM) dan penyebaran HIV/AIDS. Hal ini diungkapkannya dalam peringatan Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yapen.
Dalam sambutannya, Wabup Roi Palunga menekankan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk merenungkan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut aktif dalam mengatasi permasalahan yang ada.
Tantangan pertama yang disorot adalah kualitas SDM. Menurutnya, peningkatan kapasitas dan keterampilan pemuda menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah. Ia mendorong pemuda Yapen untuk terus belajar dan berinovasi agar mampu bersaing di era globalisasi.
Selain itu, Wabup Roi Palunga juga mengingatkan tentang bahaya HIV/AIDS yang masih menjadi ancaman serius. Ia meminta semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus tersebut. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama kaum muda, dinilai sangat penting untuk menekan angka kasus HIV/AIDS di Yapen.
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini diharapkan dapat membangkitkan semangat pemuda untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, serta bersama-sama menghadapi tantangan SDM dan kesehatan yang ada.