
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan merokok, tingkat pendidikan yang rendah, serta jarak yang jauh ke fasilitas kesehatan menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kanker usus besar di Sulawesi Selatan.
Penelitian yang dilakukan oleh tim ahli kesehatan menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki kebiasaan merokok memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker usus besar. Selain itu, mereka yang berpendidikan rendah cenderung kurang memahami pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat, sehingga risiko penyakit ini semakin tinggi.
Faktor lain yang turut memperburuk kondisi adalah jarak tempuh ke fasilitas kesehatan (faskes). Warga yang tinggal jauh dari pusat layanan medis sering kali terlambat mendapatkan diagnosis dan perawatan, yang berakibat pada tingkat kesembuhan yang lebih rendah.
Para ahli menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan akses pendidikan kesehatan serta memperluas jangkauan layanan medis ke daerah terpencil. Selain itu, kampanye anti-merokok juga perlu digencarkan untuk menekan angka kejadian kanker usus besar di wilayah tersebut.