
Sebanyak 58 pelajar di Kota Kendari dilaporkan mengalami mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini kembali memicu kekhawatiran publik terhadap kualitas dan keamanan makanan yang didistribusikan melalui program tersebut.
Peristiwa ini terjadi di beberapa sekolah yang menjadi sasaran program MBG. Para siswa yang mengeluhkan gejala tersebut langsung mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan yang siaga di lokasi. Meskipun demikian, kondisi mereka kini telah berangsur membaik.
Pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat, masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kontaminasi atau ketidaksesuaian bahan makanan dengan kondisi kesehatan siswa.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Namun, kejadian berulang seperti ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar operasional dan pengawasan dalam pelaksanaannya. Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh agar program ini tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi para penerima manfaat.