
Enam orang relawan dilaporkan mengalami sesak napas dan pusing saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjar. Insiden ini terjadi ketika mereka berusaha mengendalikan api yang meluas di area tersebut.
Para relawan yang tergabung dalam tim pemadam kebakaran langsung mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala tersebut. Petugas medis yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama untuk meredakan keluhan yang dialami.
Kebakaran hutan dan lahan di Banjar memang kerap terjadi pada musim kemarau, dan upaya pemadaman seringkali melibatkan banyak relawan. Kondisi asap tebal dan panas yang ekstrem menjadi faktor utama yang menyebabkan gangguan pernapasan dan kelelahan pada petugas di lapangan.
Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat dampak buruk yang ditimbulkan tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kesehatan para relawan dan warga sekitar.