
Paparan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan ginjal yang serius, bahkan berujung pada gagal ginjal. Kedua senyawa kimia ini sering ditemukan dalam produk industri, seperti antibeku, pelarut, dan bahan kosmetik, namun dapat masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi atau kontak kulit yang tidak sengaja.
Apa Itu Dietilen Glikol dan Etilen Glikol?
Dietilen glikol dan etilen glikol adalah senyawa organik yang termasuk dalam golongan glikol. DEG biasanya digunakan sebagai pelembab dalam produk kosmetik dan sebagai bahan baku pembuatan resin, sedangkan EG banyak dipakai sebagai antibeku pada radiator kendaraan. Keduanya memiliki rasa manis, sehingga sering kali tidak disadari saat tertelan.
Mekanisme Kerusakan Ginjal
Ketika masuk ke dalam tubuh, DEG dan EG dimetabolisme di hati menjadi asam glikolat dan asam oksalat. Asam oksalat kemudian mengikat kalsium dalam darah membentuk kristal kalsium oksalat yang tidak larut. Kristal-kristal ini akan mengendap di tubulus ginjal, menyumbat saluran, dan merusak jaringan ginjal secara progresif. Akumulasi kristal inilah yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal hingga gagal ginjal akut.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Paparan DEG dan EG dalam dosis tinggi dapat menimbulkan gejala awal seperti mual, muntah, sakit kepala, dan pusing. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi penurunan kesadaran, kejang, hingga gagal ginjal yang ditandai dengan berkurangnya volume urine, bengkak pada kaki dan wajah, serta peningkatan kadar kreatinin dalam darah.
Pencegahan dan Penanganan
Untuk mencegah keracunan DEG dan EG, penting untuk selalu memeriksa label produk konsumen dan menghindari penggunaan produk ilegal atau tanpa izin edar. Jika terjadi paparan, segera cari pertolongan medis. Penanganan awal biasanya meliputi pemberian etanol atau fomepizole untuk menghambat metabolisme senyawa berbahaya ini, serta dialisis untuk membersihkan darah dari racun.
Kesadaran masyarakat akan bahaya dietilen glikol dan etilen glikol perlu ditingkatkan, terutama terkait dengan produk-produk yang beredar di pasaran. Dengan pemahaman yang baik, risiko gagal ginjal akibat paparan senyawa ini dapat diminimalkan.