
Seorang dokter bernama Igus Ulfa Yaze baru-baru ini mengungkapkan risiko yang mengintai penderita pradiabetes jika menjalani pola makan satu kali sehari atau yang dikenal dengan istilah OMAD (One Meal a Day). Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa metode diet ekstrem ini justru bisa membuat kadar gula darah semakin tidak stabil.
Apa Itu OMAD dan Mengapa Berbahaya?
OMAD adalah pola makan di mana seseorang hanya mengonsumsi makanan dalam satu waktu dalam sehari. Meskipun populer untuk menurunkan berat badan dengan cepat, dr. Igus Ulfa Yaze memperingatkan bahwa bagi mereka yang memiliki kondisi pradiabetes, cara ini bisa menjadi bumerang. Lonjakan gula darah yang drastis setelah satu kali makan besar dapat memicu resistensi insulin yang lebih parah.
Risiko Utama bagi Pradiabetes
- Gula darah melonjak tinggi setelah makan karena tubuh menerima asupan besar sekaligus.
- Penurunan gula darah yang tajam saat berpuasa lama, menyebabkan gejala seperti pusing, lemas, dan lapar berlebihan.
- Mengganggu metabolisme dan produksi insulin alami tubuh.
Cara Menjaga Gula Darah Tetap Stabil
Untuk menghindari risiko tersebut, dr. Igus Ulfa Yaze merekomendasikan beberapa langkah sederhana namun efektif. Pertama, pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Kedua, jangan melewatkan waktu makan terlalu lama; lebih baik makan dalam porsi kecil namun sering. Ketiga, perbanyak aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki setelah makan untuk membantu tubuh memproses gula darah.
Dengan pendekatan yang lebih seimbang, pradiabetes bisa dikelola dengan baik tanpa harus mengorbankan kesehatan. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan sebelum memulai program diet apa pun.