Dampak Kabut Asap Kebakaran Hutan: Paparan Berkepanjangan Tingkatkan Risiko Kanker

Home blog Dampak Kabut Asap Kebakaran Hutan: Paparan Berkepanjangan Tingkatkan Risiko Kanker
Dampak Kabut Asap Kebakaran Hutan: Paparan Berkepanjangan Tingkatkan Risiko Kanker
Dampak Kabut Asap Kebakaran Hutan: Paparan Berkepanjangan Tingkatkan Risiko Kanker

Paparan kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam jangka waktu yang panjang dapat memicu penyakit kanker. Hal ini diungkapkan dalam sebuah video yang dirilis oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa asap dari karhutla mengandung berbagai zat berbahaya, seperti partikel halus (PM2.5), karbon monoksida, dan senyawa kimia beracun lainnya. Partikel-partikel ini dapat masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah, menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan sel yang berpotensi memicu kanker.

IDI mengingatkan bahwa efek buruk dari kabut asap tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, seperti gangguan pernapasan dan iritasi mata, tetapi juga dalam jangka panjang. Paparan terus-menerus dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru, kanker tenggorokan, dan jenis kanker lainnya.

Oleh karena itu, IDI menekankan pentingnya upaya pencegahan karhutla dan perlindungan diri bagi masyarakat yang tinggal di daerah terdampak. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menjaga kualitas udara dalam ruangan menjadi langkah-langkah penting untuk mengurangi risiko kesehatan.