
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan melaporkan temuan 380 kasus baru infeksi HIV/AIDS di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 28 pasien dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, dr. Lesty Nuraini, mengungkapkan bahwa kasus baru ini terdeteksi sepanjang periode Januari hingga November 2024. Penemuan ini menunjukkan bahwa penularan HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan yang serius di daerah tersebut.
“Sebanyak 380 kasus baru itu terdiri dari 280 kasus HIV dan 100 kasus AIDS. Dari total tersebut, 28 pasien dinyatakan meninggal,” jelas Lesty dalam keterangannya, Senin (2/12/2024).
Ia menambahkan, mayoritas penderita adalah usia produktif, yakni antara 25 hingga 49 tahun. Faktor utama penularan masih didominasi melalui hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.
Dinkes Sumsel terus menggencarkan upaya pencegahan, seperti sosialisasi penggunaan kondom, tes HIV sukarela, serta pengobatan antiretroviral (ARV) bagi penderita. “Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menekan angka penularan,” ujar Lesty.
Data ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya HIV/AIDS dan perlunya deteksi dini agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.