
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar tengah memberikan perhatian khusus kepada lima ibu hamil di wilayahnya. Kelima ibu tersebut terindikasi reaktif terhadap Human Immunodeficiency Virus (HIV) berdasarkan hasil pemeriksaan awal.
Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penularan dari ibu ke bayi. Penanganan yang tepat diharapkan mampu menekan risiko transmisi virus tersebut selama proses kehamilan hingga persalinan.
Kepala Dinkes Blitar melalui juru bicaranya menyatakan bahwa kelima ibu hamil tersebut kini dalam pemantauan intensif. Mereka juga telah diberikan konseling serta pengobatan antiretroviral (ARV) untuk menjaga kondisi kesehatan dan melindungi janin dari potensi infeksi.
Program skrining HIV pada ibu hamil memang telah menjadi agenda rutin di puskesmas setempat. Tujuannya jelas, yaitu memastikan setiap ibu mendapat perawatan yang sesuai sejak dini sehingga bayi yang dilahirkan bisa terhindar dari HIV.
”Kami berkomitmen memberikan layanan maksimal. Ini bagian dari upaya eliminasi penularan HIV dari ibu ke anak secara nasional,” terang perwakilan Dinkes Blitar.
Dengan adanya temuan ini, Dinkes mengimbau seluruh ibu hamil di Blitar untuk aktif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk menekan dampak buruk HIV pada ibu maupun bayi.