
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna menekan angka diabetes pada anak. Salah satu rekomendasi utama adalah membatasi tayangan iklan makanan dan minuman tidak sehat (junk food) di media, serta memperjelas informasi pada kemasan produk.
Menurut data terbaru, kasus diabetes tipe 2 pada anak-anak terus meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. IDAI menilai hal ini erat kaitannya dengan pola konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak yang masif dipromosikan melalui berbagai saluran.
Ketua Umum IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menyatakan bahwa iklan junk food yang agresif sangat memengaruhi kebiasaan makan anak. “Anak-anak rentan terpapar iklan yang menggoda, sehingga mereka cenderung memilih makanan tidak sehat. Pemerintah harus hadir dengan regulasi yang ketat,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi.
Selain pembatasan iklan, IDAI juga mendorong agar label kemasan produk pangan diperjelas. Informasi mengenai kandungan gula, garam, dan lemak harus dicantumkan secara transparan dan mudah dipahami oleh orang tua. “Kemasan yang informatif akan membantu orang tua dalam memilih makanan yang lebih sehat untuk anak-anak mereka,” tambah dr. Piprim.
Langkah ini diharapkan dapat menekan angka obesitas dan diabetes pada anak yang terus melonjak. IDAI juga mengajak seluruh pihak, termasuk orang tua dan sekolah, untuk berperan aktif dalam mengedukasi pola makan sehat sejak dini.
Pemerintah sendiri telah memiliki beberapa regulasi terkait pengawasan iklan dan label pangan, namun implementasinya masih dinilai lemah. IDAI berharap ada pengawasan yang lebih ketat dan sanksi tegas bagi pelanggar.