
Obat Pralsetinib berhasil mencapai tingkat respons sebesar 53% pada pasien yang memiliki tumor dengan gen RET yang mengalami fusi. Temuan ini memberikan harapan baru dalam penanganan kanker yang dipicu oleh perubahan genetik tertentu.
Studi klinis yang melibatkan sejumlah partisipan menunjukkan bahwa Pralsetinib mampu mengecilkan atau menghentikan pertumbuhan tumor pada lebih dari separuh pasien yang diobati. Hasil ini tergolong signifikan mengingat pilihan terapi untuk pasien dengan kelainan gen RET masih terbatas.
Para peneliti menekankan bahwa respons terhadap pengobatan ini bervariasi tergantung pada jenis tumor dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Meski demikian, data awal ini cukup menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut.
Pralsetinib sendiri merupakan obat yang dirancang khusus untuk menghambat aktivitas protein RET yang abnormal, yang menjadi pendorong utama pertumbuhan sel kanker pada kasus-kasus tertentu. Dengan adanya hasil ini, diharapkan akses terhadap terapi yang lebih efektif dapat diperluas bagi pasien yang membutuhkan.