
Barito Kuala, Kalimantan Selatan, berduka. Seorang penderita asma di wilayah tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar kabut asap yang pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kejadian ini menambah panjang daftar korban jiwa akibat bencana asap yang melanda beberapa daerah di Indonesia.
Lingkungan yang Tak Bersahabat
Kabut asap dari karhutla telah menyelimuti Barito Kuala selama beberapa hari terakhir. Kualitas udara yang memburuk secara drastis membuat aktivitas warga terganggu, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pernapasan. Penderita asma menjadi kelompok paling rentan karena partikel halus dalam asap dapat memicu serangan yang fatal.
Korban yang meninggal diketahui memiliki riwayat asma kronis. Saat kabut asap mencapai puncak keparahan, ia mengalami kesulitan bernapas dan tak tertolong meski telah mendapat penanganan medis darurat. Peristiwa ini menyadarkan kita akan bahaya laten dari karhutla yang terus berulang setiap tahun.
Dampak Kesehatan yang Mengkhawatirkan
Selain korban jiwa, ribuan warga lainnya mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan masalah kulit. Rumah sakit dan puskesmas di Barito Kuala kebanjiran pasien, terutama anak-anak dan lansia. Pemerintah setempat telah mengimbau warga untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Namun, imbauan ini tak selalu efektif karena banyak warga yang tidak memiliki akses ke masker berkualitas atau tempat tinggal yang aman dari asap. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan alat pemantau kualitas udara dan kurangnya sosialisasi tentang bahaya kabut asap.
Upaya Penanggulangan dan Pencegahan
Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus berupaya memadamkan api melalui operasi darat dan hujan buatan. Namun, luasnya area terbakar dan medan yang sulit menjadi tantangan utama. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta melaporkan setiap titik api yang terlihat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa karhutla bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga darurat kesehatan dan kemanusiaan. Diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa, seperti penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran lahan, penyediaan alat kesehatan yang memadai, serta edukasi publik tentang mitigasi bencana asap.
Semoga kejadian ini menjadi titik balik untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan bersama. Jangan biarkan asap karhutla terus merenggut nyawa tanpa solusi nyata.