
Angka penularan HIV pada anak di Jawa Timur kian memprihatinkan. Data terbaru mencatat sebanyak 75 kasus HIV ditemukan pada anak-anak di provinsi tersebut. Kondisi ini mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur untuk mendesak adanya perbaikan dalam upaya pencegahan.
Laporan yang dihimpun menunjukkan bahwa penularan dari ibu ke anak masih menjadi jalur utama penyebaran HIV pada kelompok usia dini. DPRD Jatim menilai bahwa langkah preventif yang ada saat ini belum berjalan optimal, sehingga diperlukan terobosan dan penguatan program.
Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain pentingnya deteksi dini pada ibu hamil, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, serta edukasi yang lebih masif kepada masyarakat. Dengan memperkuat pencegahan sejak hulu, diharapkan angka penularan HIV pada anak bisa ditekan secara signifikan.
DPRD Jatim berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan dan alokasi anggaran yang mendukung program pencegahan HIV/AIDS. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini.