
Sebuah aksi vandalisme terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat, di mana ratusan sensor lampu jalan dirusak oleh sekelompok orang yang terpengaruh teori konspirasi. Mereka percaya bahwa sensor tersebut dapat memicu kanker dan digunakan untuk melacak pergerakan warga.
Kerusakan Meluas
Sensor lampu jalan yang menggunakan teknologi 5G dan radar menjadi sasaran utama. Hingga saat ini, lebih dari 500 unit sensor dilaporkan rusak di berbagai negara bagian. Pemerintah setempat mengaku khawatir dengan aksi ini karena mengganggu sistem penerangan umum dan keselamatan lalu lintas.
Dampak pada Masyarakat
Akibat pengrusakan ini, banyak jalan menjadi gelap pada malam hari, meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal. Warga yang tinggal di sekitar area tersebut mengeluhkan ketidaknyamanan dan rasa tidak aman. Pihak berwenang terus berupaya memperbaiki sensor yang rusak dan meningkatkan patroli keamanan.
- Lebih dari 500 sensor dirusak
- Teknologi 5G dan radar menjadi sasaran
- Pemerintah meningkatkan keamanan
Kelompok konspirasi yang mengklaim sensor tersebut berbahaya bagi kesehatan terus menyebarkan informasi palsu melalui media sosial. Namun, para ahli kesehatan dan teknologi telah membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa sensor aman digunakan.