
Di tengah cobaan berat yang dihadapinya, seorang wanita bernama Tumirah menunjukkan kegigihan yang luar biasa. Ia tidak mau hanya berdiam diri dan pasrah pada penyakit kanker yang dideritanya. Sebaliknya, ia memilih untuk tetap aktif berkeliling menjajakan mainan, yang dalam bahasa lokal disebut ‘ider’, sebagai bentuk perjuangan melawan penyakit tersebut.
Kisah inspiratif ini datang dari seorang pejuang kanker yang memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Dengan semangat pantang menyerah, Tumirah terus berusaha mencari nafkah dan tetap produktif meskipun kondisi kesehatannya tidak selalu prima. Baginya, berpangku tangan dan menunggu bantuan bukanlah pilihan.
Aktivitas berjualan mainan keliling ini bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi terapi tersendiri baginya. Dengan tetap bergerak dan berinteraksi dengan banyak orang, Tumirah merasa hidupnya lebih berarti dan semangatnya untuk melawan kanker semakin kuat. Kisahnya menjadi teladan bagi banyak orang tentang arti perjuangan dan ketangguhan dalam menghadapi ujian hidup.