
Beredar klaim di masyarakat yang menyebutkan bahwa penggunaan rokok elektrik atau vape tidak berkaitan dengan risiko diabetes. Namun, pernyataan tersebut dinilai sangat berpotensi menyesatkan publik karena bertentangan dengan sejumlah temuan ilmiah.
Fakta Ilmiah yang Perlu Diperhatikan
Berbagai penelitian justru menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan menghisap vape dengan peningkatan kadar gula darah. Kandungan zat kimia dalam cairan vape, seperti nikotin dan perasa buatan, dapat memicu resistensi insulin yang menjadi faktor utama terjadinya diabetes tipe 2.
Dampak Kesehatan Lain dari Vape
Selain risiko diabetes, penggunaan vape juga dikaitkan dengan gangguan pernapasan, kerusakan pembuluh darah, dan peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, klaim yang menyatakan vape aman tanpa risiko dianggap tidak bertanggung jawab.
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis terhadap informasi kesehatan yang beredar, terutama yang belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Konsultasi dengan tenaga medis profesional tetap menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan informasi yang akurat.