
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayu Agung bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar kegiatan skrining atau deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) dan HIV. Kegiatan ini menyasar para pegawai lapas serta warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Deteksi Dini untuk Lingkungan yang Sehat
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjaga kesehatan seluruh penghuni dan petugas di lingkungan lapas. Dengan deteksi dini, diharapkan penanganan terhadap penyakit menular seperti TBC dan HIV dapat dilakukan secepat mungkin, sehingga risiko penularan yang lebih luas dapat diminimalisir.
Sinergi Antar Instansi
Kerja sama antara Lapas Kayu Agung dan Dinkes OKI menunjukkan sinergi yang baik antar lembaga. Dinkes OKI menyediakan tenaga medis dan peralatan yang diperlukan untuk proses skrining, sementara Lapas menyiapkan tempat dan mengkoordinasikan para peserta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional dalam pengendalian penyakit menular di tempat-tempat dengan risiko tinggi, termasuk di dalam lembaga pemasyarakatan.
- Skrining TBC dilakukan melalui pemeriksaan dahak dan gejala klinis.
- Skrining HIV dilakukan dengan tes cepat (rapid test) yang hasilnya dapat diketahui dalam waktu singkat.
- Peserta yang terindikasi positif akan mendapatkan pendampingan dan rujukan untuk pengobatan lebih lanjut.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lingkungan Lapas Kayu Agung menjadi lebih sehat dan terbebas dari penularan penyakit menular. Para pegawai dan warga binaan pun dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan produktif.