
Apakah Anda atau orang di sekitar sering mendengkur saat tidur? Jika ya, sebaiknya waspada. Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa kebiasaan mendengkur yang parah dapat meningkatkan risiko stroke hingga tiga kali lipat.
Dokter spesialis saraf menjelaskan bahwa dengkuran keras dan teratur bisa menjadi tanda adanya gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea. Kondisi ini menyebabkan aliran oksigen ke otak terhambat secara berulang, sehingga memicu berbagai masalah kesehatan serius, termasuk stroke.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendengkur dengan keras dan sering memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak. Hal ini terjadi karena kurangnya pasokan oksigen yang kronis dapat merusak dinding pembuluh darah dan memicu pembekuan darah.
Selain stroke, kebiasaan mendengkur juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan gangguan kognitif. Oleh karena itu, penting untuk tidak menganggap remeh kebiasaan ini, terutama jika disertai dengan gejala seperti sering terbangun di malam hari, mengantuk berlebihan di siang hari, atau sakit kepala saat bangun tidur.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menjalani tes tidur untuk mengetahui apakah ada gangguan pernapasan saat tidur.
Dengan penanganan yang tepat, risiko stroke akibat kebiasaan mendengkur dapat diminimalkan. Jangan tunda untuk memeriksakan diri demi kesehatan jangka panjang.