Bukan Hanya Soal Makanan, Kenali 3 Faktor Pemicu Gagal Ginjal pada Anak yang Berujung Cuci Darah

Home blog Bukan Hanya Soal Makanan, Kenali 3 Faktor Pemicu Gagal Ginjal pada Anak yang Berujung Cuci Darah
Bukan Hanya Soal Makanan, Kenali 3 Faktor Pemicu Gagal Ginjal pada Anak yang Berujung Cuci Darah
Bukan Hanya Soal Makanan, Kenali 3 Faktor Pemicu Gagal Ginjal pada Anak yang Berujung Cuci Darah

Selama ini, banyak orang tua yang mengira bahwa gagal ginjal pada anak semata-mata disebabkan oleh pola makan yang buruk. Namun, para ahli mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor lain yang tak kalah penting dan sering kali luput dari perhatian. Berikut adalah tiga penyebab utama gagal ginjal pada anak hingga mereka harus menjalani cuci darah.

1. Infeksi Berulang dan Tidak Tertangani dengan Tepat

Salah satu pemicu yang sering terjadi adalah infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang dan tidak diobati secara tuntas. Jika infeksi ini dibiarkan, bakteri dapat naik ke ginjal dan menyebabkan kerusakan jaringan secara perlahan. Pada anak-anak, gejala ISK sering kali tidak khas, seperti demam tanpa sebab jelas atau rewel, sehingga penanganannya sering terlambat.

2. Kelainan Bawaan pada Ginjal dan Saluran Kemih

Faktor kedua adalah kelainan struktural yang sudah ada sejak lahir, misalnya penyempitan saluran kemih atau ginjal yang tidak berkembang sempurna. Kondisi ini membuat aliran urine terhambat dan menimbulkan tekanan balik ke ginjal. Akibatnya, fungsi ginjal menurun secara bertahap dan pada kasus parah membutuhkan terapi dialisis.

3. Penggunaan Obat-obatan Tertentu Tanpa Pengawasan Medis

Kebiasaan memberikan obat-obatan, terutama obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS), secara sembarangan pada anak juga menjadi ancaman serius. Ginjal anak masih dalam tahap perkembangan dan lebih rentan terhadap efek toksik obat. Pemakaian jangka panjang atau dosis yang tidak tepat bisa memicu kerusakan ginjal permanen.

Dengan memahami ketiga faktor di atas, orang tua diharapkan lebih waspada dan tidak hanya berfokus pada pola makan saja. Pemeriksaan kesehatan rutin serta konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk mendeteksi dini masalah ginjal pada anak.