
Sejumlah warga Kota Banjar menyampaikan keluhan mereka langsung kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait status desil 10 yang disandang. Status ini membuat mereka kesulitan mengakses layanan kesehatan dan membiayai pendidikan anak.
Keluhan Warga Soal Status Desil 10
Dalam audiensi yang digelar, warga mengaku pusing memikirkan biaya berobat dan biaya sekolah. Mereka merasa status desil 10 tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya, sehingga berbagai bantuan sosial pun sulit didapatkan.
Dampak pada Akses Kesehatan
Akibat status tersebut, warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk berobat di fasilitas kesehatan. Padahal, banyak dari mereka yang hanya memiliki penghasilan pas-pasan dan tidak tetap.
Beban Biaya Pendidikan
Selain kesehatan, biaya pendidikan juga menjadi momok. Beberapa orang tua mengaku kesulitan membayar uang sekolah dan kebutuhan belajar anak, terutama di jenjang menengah atas dan perguruan tinggi.
Kemenkes pun berjanji akan menindaklanjuti keluhan ini dengan melakukan verifikasi dan validasi data agar bantuan tepat sasaran.