
Kabut asap yang menyelimuti Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk mengeluarkan imbauan khusus bagi warga yang rentan terhadap gangguan pernapasan. Mereka yang berusia lanjut, penderita asma, dan individu dengan penyakit paru-paru kronis disarankan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah.
Langkah Antisipasi Dinkes Ambon
Kepala Dinkes Ambon, melalui pernyataan resminya, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak buruk kabut asap bagi kesehatan. Partikel halus yang terkandung dalam asap dapat memicu iritasi saluran pernapasan, memperburuk kondisi asma, dan meningkatkan risiko infeksi paru-paru.
Selain imbauan untuk tetap di dalam rumah, Dinkes juga menyarankan agar warga menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah. Mereka juga diingatkan untuk memperbanyak minum air putih guna menjaga kelembapan saluran pernapasan.
Kelompok yang Paling Berisiko
- Lansia (usia di atas 60 tahun)
- Penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
- Anak-anak dengan riwayat alergi pernapasan
- Ibu hamil yang memiliki masalah pernapasan
Dinkes Ambon juga mengimbau agar rumah dan tempat tinggal tetap tertutup rapat untuk mencegah masuknya asap. Jika memungkinkan, gunakan alat pembersih udara (air purifier) di dalam ruangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus memantau kualitas udara di sejumlah titik di Ambon. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi dan tidak mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya.