
Seorang kreator konten menjadi viral setelah mengaku ditolak oleh sepuluh dokter gigi karena mengidap HIV. Kisah ini mencuat dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Dalam unggahannya, kreator tersebut mengungkapkan kekecewaannya karena kesulitan mendapatkan perawatan gigi. Ia mengaku telah mendatangi sepuluh praktik dokter gigi, namun semuanya menolak untuk menanganinya begitu mengetahui status HIV-nya.
Kasus ini kembali menyoroti stigma yang masih melekat pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di lingkungan layanan kesehatan. Padahal, secara medis, ODHA berhak mendapatkan perawatan kesehatan yang sama, termasuk perawatan gigi, selama prosedur keamanan standar diterapkan.
Kreator konten tersebut berharap pengalamannya bisa membuka mata masyarakat dan tenaga kesehatan agar tidak mendiskriminasi ODHA. Ia juga mendorong adanya edukasi yang lebih baik tentang HIV agar stigma semacam ini bisa dihilangkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari organisasi profesi dokter gigi terkait kasus tersebut. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa diskriminasi terhadap ODHA masih terjadi dan perlu ditangani secara serius.