
Sebanyak 17 pasien dengan HIV saat ini tengah menjalani pengobatan di Puskesmas Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya masih berstatus sebagai pelajar.
Kepala Puskesmas Padaherang, dr. Andri, mengungkapkan bahwa para pasien tersebut mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. “Kami terus memantau kepatuhan mereka dalam mengonsumsi obat agar kondisi kesehatan tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut data yang dihimpun, pasien HIV di wilayah ini berasal dari berbagai latar belakang usia, termasuk remaja yang masih duduk di bangku sekolah. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak puskesmas dan dinas kesehatan setempat.
“Kami tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga memberikan edukasi tentang cara penularan dan pencegahan HIV. Terutama bagi kalangan muda, kami gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” tambah dr. Andri.
Puskesmas Padaherang juga menyediakan layanan konseling bagi pasien dan keluarganya. Diharapkan, dengan pendekatan yang komprehensif, stigma terhadap penderita HIV bisa berkurang dan pengobatan berjalan optimal.
Dinas Kesehatan Pangandaran mencatat bahwa jumlah kasus HIV di daerah tersebut cenderung fluktuatif. Oleh karena itu, deteksi dini melalui tes HIV sukarela terus didorong, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkas dr. Andri.