
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaporkan bahwa jumlah penderita diabetes di wilayahnya telah mencapai angka 25.520 kasus. Angka ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko penyakit metabolik tersebut.
Kepala Dinkes Kukar, dr. Kusnandar, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus diabetes ini sebagian besar dipicu oleh pola makan yang tidak sehat, terutama konsumsi gula berlebihan. “Masyarakat kita masih banyak yang mengabaikan takaran konsumsi gula harian. Padahal, asupan gula yang tinggi menjadi salah satu faktor utama penyebab diabetes,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dinkes Kukar mengimbau agar setiap individu mulai membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) sesuai anjuran Kementerian Kesehatan. Rekomendasi konsumsi gula per orang per hari maksimal 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Namun, data menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi gula masyarakat Indonesia masih jauh di atas batas tersebut.
Selain itu, Dinkes juga mendorong masyarakat untuk rutin memeriksakan kadar gula darah, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga diabetes, dan kurang aktivitas fisik. “Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Dengan deteksi dini, kita bisa mengendalikan kadar gula darah sebelum berkembang menjadi komplikasi serius,” tambah dr. Kusnandar.
Program promosi kesehatan dan edukasi gizi terus digalakkan oleh Dinkes Kukar, termasuk kerja sama dengan puskesmas dan kader kesehatan di tingkat desa. Masyarakat diimbau untuk aktif mengikuti kegiatan penyuluhan dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga amputasi. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat harus ditanamkan sejak dini.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan angka kasus diabetes di Kukar dapat ditekan ke depannya. Mari mulai dari diri sendiri dengan mengurangi konsumsi gula, berolahraga teratur, dan menjaga berat badan ideal.