
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat membuat penderita asma harus meningkatkan kewaspadaan mereka. Kabut asap yang mengandung partikel berbahaya ini dapat memicu serangan akut pada penderita penyakit pernapasan tersebut.
Menurut para ahli, paparan asap karhutla dalam waktu lama bisa memperburuk kondisi penderita asma. Partikel halus yang terkandung dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan peradangan, sehingga memicu sesak napas dan batuk-batuk.
Oleh karena itu, penderita asma disarankan untuk selalu memakai masker saat berada di luar ruangan, terutama di daerah yang terdampak kabut asap. Selain itu, mereka juga perlu memastikan pasokan obat-obatan asma selalu tersedia dan siap digunakan kapan saja.
Bagi yang memiliki riwayat asma, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti sesak napas, batuk terus-menerus, atau rasa tidak nyaman di dada. Langkah cepat ini penting untuk mencegah serangan asma yang lebih parah.
Masyarakat umum juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah saat kabut asap sedang pekat. Menutup jendela dan pintu rumah serta menggunakan pembersih udara bisa menjadi langkah tambahan untuk melindungi kesehatan pernapasan.