Hati-hati Diet Defisit Kalori Tanpa Karbohidrat, Ahli Gizi Peringatkan Risiko Pusing dan Lemas Akibat Kurang Glukosa Otak

Home blog Hati-hati Diet Defisit Kalori Tanpa Karbohidrat, Ahli Gizi Peringatkan Risiko Pusing dan Lemas Akibat Kurang Glukosa Otak
Hati-hati Diet Defisit Kalori Tanpa Karbohidrat, Ahli Gizi Peringatkan Risiko Pusing dan Lemas Akibat Kurang Glukosa Otak
Hati-hati Diet Defisit Kalori Tanpa Karbohidrat, Ahli Gizi Peringatkan Risiko Pusing dan Lemas Akibat Kurang Glukosa Otak

Pakar gizi mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan menjalani diet defisit kalori dengan menghilangkan asupan karbohidrat. Pasalnya, metode ini justru bisa memicu gangguan kesehatan seperti pusing, lemas, dan penurunan konsentrasi karena otak kekurangan glukosa sebagai sumber energi utama.

Mengapa Karbohidrat Penting dalam Diet Defisit Kalori?

Karbohidrat merupakan sumber glukosa yang sangat dibutuhkan oleh otak untuk berfungsi optimal. Tanpa asupan karbohidrat yang cukup, tubuh akan mengalami hipoglikemia atau kekurangan gula darah, yang berdampak langsung pada kinerja otak dan sistem saraf.

Menurut para ahli, diet defisit kalori sebenarnya tetap bisa dilakukan tanpa harus menghilangkan karbohidrat sepenuhnya. Kuncinya adalah memilih jenis karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau ubi yang dicerna lebih lambat dan memberikan energi stabil.

Risiko Menghilangkan Karbohidrat Secara Total

  • Kepala sering terasa pusing dan sulit berkonsentrasi
  • Tubuh cepat lemas dan mudah lelah
  • Gangguan mood dan mudah marah
  • Penurunan performa fisik dan mental

Selain itu, defisit kalori yang terlalu ekstrem juga bisa memperlambat metabolisme tubuh, sehingga berat badan justru sulit turun secara optimal. Pakar menyarankan untuk tetap mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah wajar dan mengimbanginya dengan protein, lemak sehat, serta serat dari sayur dan buah.

Bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan, disarankan berkonsultasi dengan ahli gizi agar pola makan tetap seimbang dan aman bagi kesehatan jangka panjang.