
Seorang penyintas gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan meninggal dunia saat berada di tenda pengungsian. Korban diketahui menderita serangan asma berat yang tidak tertangani dengan baik akibat terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan obat-obatan di lokasi pengungsian.
Peristiwa tragis ini terjadi beberapa hari setelah gempa mengguncang wilayah tersebut, memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat-tempat sementara. Kondisi di tenda pengungsian yang padat dan kurangnya pasokan udara bersih diduga memperparah kondisi pernapasan korban.
Petugas medis yang berada di lokasi berusaha memberikan pertolongan pertama, namun upaya tersebut belum cukup untuk menyelamatkan nyawa korban. Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam menangani pasien dengan penyakit kronis, seperti asma, saat bencana alam terjadi.
Pemerintah daerah setempat bersama tim relawan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan di titik-titik pengungsian. Mereka juga mengimbau para penyintas yang memiliki riwayat penyakit tertentu untuk segera melapor agar mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat.