
Beredar luas di masyarakat anggapan bahwa mengonsumsi obat hipertensi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Anggapan ini sontak membuat banyak pasien tekanan darah tinggi enggan minum obat secara teratur. Namun, para dokter dengan tegas meluruskan mitos tersebut.
Menurut para ahli, justru sebaliknya yang terjadi. Obat hipertensi, jika digunakan sesuai resep dan di bawah pengawasan dokter, justru berperan penting dalam melindungi ginjal. Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam waktu lama adalah ancaman nyata bagi kesehatan ginjal. Hipertensi yang dibiarkan dapat merusak pembuluh darah halus di dalam ginjal, sehingga mengganggu fungsinya dalam menyaring darah.
Lantas, dari mana asal mitos ini? Dokter menjelaskan bahwa kekeliruan ini mungkin muncul karena beberapa jenis obat hipertensi, terutama golongan tertentu, memang memengaruhi fungsi ginjal. Namun, efek tersebut bersifat sementara dan dapat dipantau. Dokter biasanya akan menyesuaikan dosis atau mengganti jenis obat jika ditemukan tanda-tanda penurunan fungsi ginjal. Yang perlu diwaspadai adalah penggunaan obat tanpa resep atau pengawasan medis, bukan obat yang diresepkan oleh dokter.
Oleh karena itu, pasien hipertensi tidak perlu takut untuk minum obat secara teratur. Justru, dengan patuh minum obat, tekanan darah dapat terkendali dan risiko kerusakan ginjal serta organ vital lainnya seperti jantung dan otak dapat ditekan. Konsultasikan selalu dengan dokter sebelum memulai atau menghentikan pengobatan hipertensi.