
Seorang diplomat Vatikan baru-baru ini menyampaikan laporan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perkembangan HIV dan AIDS di dunia. Meskipun angka kasus secara global menunjukkan penurunan, ia menekankan bahwa anak-anak tetap menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap infeksi ini.
Dalam pernyataannya di hadapan forum PBB, perwakilan Takhta Suci tersebut mengapresiasi berbagai upaya internasional yang telah berhasil menekan angka penularan. Namun, ia mengingatkan bahwa anak-anak masih menghadapi risiko tinggi karena akses terbatas terhadap pengobatan, pencegahan, dan layanan kesehatan yang memadai.
Vatikan mendesak komunitas global untuk tidak lengah dan terus memperkuat program perlindungan bagi anak-anak. Selain itu, mereka menyerukan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan lembaga keagamaan untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS.