
Sebanyak 53 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Pelaihari baru-baru ini mengikuti program skrining kesehatan yang difokuskan pada deteksi dini HIV-AIDS dan Hepatitis. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memantau dan menjaga kondisi kesehatan para narapidana di lingkungan rutan.
Program skrining tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan pihak kesehatan setempat, dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi secara awal kemungkinan adanya infeksi menular seksual dan penyakit hati yang dapat menyebar di dalam fasilitas pemasyarakatan. Dengan deteksi dini, diharapkan penanganan medis dapat segera diberikan, sehingga risiko penularan lebih luas dapat diminimalkan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan perilaku hidup sehat. Para petugas kesehatan memberikan penyuluhan singkat tentang cara penularan, pencegahan, serta pengobatan yang tersedia untuk kedua penyakit tersebut.
Langkah proaktif ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk keluarga warga binaan dan pegiat hak asasi manusia. Mereka menilai bahwa akses terhadap layanan kesehatan yang layak merupakan hak dasar setiap individu, termasuk mereka yang sedang menjalani masa hukuman.
Dengan adanya skrining rutin seperti ini, diharapkan angka kejadian HIV-AIDS dan Hepatitis di kalangan warga binaan dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka selama menjalani masa pidana.