
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi 55 tahanan baru yang baru saja menjalani masa orientasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap penyebaran penyakit menular, khususnya HIV/AIDS dan Hepatitis.
Skrining Mobile VCT: Langkah Cerdas Cegah Penularan
Melalui program Mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing) yang bersifat sukarela, para tahanan baru diberikan kesempatan untuk menjalani tes secara gratis dan rahasia. Tim medis dari Puskesmas setempat turun langsung ke lokasi rutan untuk melakukan pengambilan sampel darah dan konseling awal.
Kepala Rutan Cirebon, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk memetakan kondisi kesehatan warga binaan sejak awal masa tahanan. “Dengan skrining ini, kita bisa segera memberikan penanganan jika ditemukan kasus positif, sehingga penularan di dalam rutan dapat ditekan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Prosedur dan Manfaat Skrining
Setiap tahanan baru menjalani serangkaian proses, mulai dari pendaftaran, konseling pra-tes, pengambilan sampel darah, hingga konseling pasca-tes. Hasil tes akan dirahasiakan dan hanya diketahui oleh petugas medis serta warga binaan yang bersangkutan.
Manfaat dari skrining ini sangat besar, antara lain:
- Deteksi dini infeksi HIV dan Hepatitis
- Pencegahan penularan antar warga binaan
- Akses pengobatan yang lebih cepat bagi yang membutuhkan
- Edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat
Kolaborasi dengan Pihak Kesehatan
Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Rutan Cirebon dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon dan Puskesmas setempat. Tim medis yang diterjunkan terdiri dari dokter, perawat, dan konselor yang telah terlatih dalam menangani kasus HIV/AIDS dan Hepatitis.
Dengan adanya skrining mobile ini, diharapkan seluruh warga binaan baru mendapatkan hak kesehatan mereka secara optimal, sekaligus menekan angka penularan penyakit menular di lingkungan rutan. Program ini juga menjadi contoh baik bagi lembaga pemasyarakatan lain dalam menerapkan deteksi dini secara sistematis.