
Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan prestasi dengan mengembangkan teknologi terbaru dalam pengobatan hepatitis C. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE), mereka menciptakan alat bernama sublingual microneedles yang dapat menjadi alternatif terapi bagi pasien.
Apa Itu Sublingual Microneedles?
Sublingual microneedles adalah jarum berukuran mikro yang diletakkan di bawah lidah. Teknologi ini memungkinkan obat diserap langsung oleh pembuluh darah di area tersebut, sehingga efek terapi dapat dirasakan lebih cepat dan lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional.
Keunggulan Inovasi Ini
Pengembangan sublingual microneedles untuk hepatitis C memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
- Penyerapan obat yang lebih optimal karena melewati saluran pencernaan yang dapat mengurangi efektivitas.
- Mengurangi rasa sakit karena ukuran jarum yang sangat kecil.
- Memudahkan pasien karena penggunaan yang sederhana dan tidak memerlukan bantuan tenaga medis secara langsung.
Harapan ke Depan
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi penderita hepatitis C di Indonesia yang masih menghadapi kendala dalam akses pengobatan yang efektif dan terjangkau. Tim PKM-RE Unhas berharap teknologi ini dapat terus dikembangkan hingga siap digunakan secara luas di masyarakat.