
Anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dari ibu mereka saat proses kelahiran memiliki risiko tinggi untuk mengembangkan penyakit hepatitis kronis di kemudian hari. Hal ini diungkapkan dalam sebuah laporan terbaru yang menyoroti pentingnya deteksi dini dan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Menurut data dari sumber kesehatan, penularan hepatitis B dari ibu ke anak merupakan jalur utama penyebaran virus ini di banyak negara, termasuk Indonesia. Tanpa intervensi yang memadai, sebagian besar bayi yang terinfeksi akan menjadi pembawa virus kronis, yang dapat berujung pada kerusakan hati serius seperti sirosis atau kanker hati.
Para ahli menekankan perlunya skrining hepatitis B pada ibu hamil dan pemberian vaksinasi serta imunoglobulin pada bayi baru lahir sebagai langkah pencegahan yang efektif. Dengan demikian, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan, melindungi generasi mendatang dari beban penyakit hati kronis.