
Kanker payudara masih menjadi salah satu ancaman kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia. Menyadari hal ini, Dokter Aprikonus Loris mengimbau masyarakat, khususnya kaum hawa, untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala awal penyakit ini. Ia menekankan bahwa deteksi dini memegang peranan krusial dalam meningkatkan kesempatan kesembuhan.
Mengapa Deteksi Dini Begitu Penting?
Menurut Dokter Aprikonus, semakin cepat kanker payudara terdeteksi, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif. Banyak pasien yang datang dalam kondisi stadium lanjut karena mengabaikan perubahan kecil pada payudara mereka. Padahal, dengan pemeriksaan rutin, benjolan atau kelainan lain bisa ditemukan sejak tahap awal.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda awal yang harus segera diperiksakan ke dokter meliputi:
- Munculnya benjolan baru di area payudara atau ketiak yang tidak hilang setelah menstruasi.
- Perubahan ukuran, bentuk, atau kontur payudara.
- Kulit payudara yang tampak kemerahan, bersisik, atau menyerupai kulit jeruk (peau d’orange).
- Puting susu yang tertarik ke dalam (retraksi) atau mengeluarkan cairan abnormal.
- Rasa nyeri atau tidak nyaman yang menetap di satu titik payudara.
Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan
Dokter Aprikonus menyarankan setiap perempuan untuk melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) setiap bulan, terutama seminggu setelah selesai haid. Selain itu, pemeriksaan klinis oleh tenaga medis dan mammografi secara berkala juga sangat dianjurkan, khususnya bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.
“Jangan menunggu sampai gejala terasa berat. Kesadaran dan tindakan sejak dini adalah kunci utama melawan kanker payudara,” tegasnya dalam sebuah kesempatan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan rutin melakukan deteksi dini, angka harapan hidup pasien kanker payudara bisa ditingkatkan secara signifikan. Mulailah peduli terhadap kesehatan payudara Anda dari sekarang.