
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil menciptakan terobosan baru dalam dunia medis. Mereka mengembangkan teknologi nanoteranostik yang memanfaatkan ekstrak daun kelor sebagai agen utama untuk mendeteksi dan mengobati kanker serviks.
Apa Itu Nanoteranostik?
Nanoteranostik merupakan pendekatan medis yang menggabungkan fungsi diagnosis dan terapi dalam satu platform. Dengan teknologi ini, sel kanker tidak hanya dapat dideteksi lebih awal, tetapi juga dapat dihancurkan secara langsung tanpa perlu prosedur terpisah.
Mengapa Daun Kelor?
Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal kaya akan senyawa antioksidan dan anti-inflamasi. Tim peneliti Unpad memanfaatkan potensi ini dengan mengubah ekstrak daun kelor menjadi partikel berukuran nano yang mampu menembus jaringan kanker secara spesifik.
- Nanopartikel kelor dapat membawa zat pencitraan untuk melihat lokasi tumor secara detail.
- Pada saat yang sama, partikel ini melepaskan senyawa aktif yang memicu kematian sel kanker.
- Metode ini diharapkan mengurangi efek samping dibandingkan kemoterapi konvensional karena targetnya lebih terarah.
Harapan Baru bagi Pasien Kanker Serviks
Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Inovasi ini membuka peluang pengobatan yang lebih efektif dan terjangkau, mengingat daun kelor mudah ditemukan dan dibudidayakan di tanah air.
Tim PKM-RE Unpad saat ini tengah melakukan uji lanjutan untuk memastikan keamanan dan efektivitas teknologi ini sebelum dapat diaplikasikan secara klinis. Penelitian ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dengan sains modern untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat.