
Sejak Januari 2025, kasus keracunan makanan akibat konsumsi MBG (Makanan Bergizi Gratis) terus menjadi sorotan. Berbagai penyebab telah teridentifikasi, mulai dari infeksi virus hingga kontaminasi bakteri dan bahan makanan yang tidak lazim. Berikut adalah 10 pemicu utama yang perlu diwaspadai.
1. Virus Hepatitis A
Virus ini sering ditemukan pada makanan yang terkontaminasi tinja, terutama jika proses pencucian bahan pangan tidak higienis. Gejala yang muncul meliputi demam, mual, dan penyakit kuning.
2. Bakteri Salmonella
Salmonella menjadi salah satu penyebab utama keracunan MBG. Bakteri ini biasanya bersarang pada daging unggas, telur mentah, atau produk olahan yang tidak dimasak sempurna.
3. Bakteri Escherichia coli (E. coli)
Kontaminasi E. coli dapat terjadi akibat penggunaan air kotor atau sayuran yang tidak dicuci bersih. Infeksinya menyebabkan kram perut parah dan diare berdarah.
4. Bakteri Listeria monocytogenes
Listeria sering mengontaminasi makanan siap saji yang disimpan terlalu lama. Bakteri ini berbahaya bagi ibu hamil dan orang dengan kekebalan tubuh lemah.
5. Bakteri Campylobacter
Bakteri ini umum ditemukan pada daging ayam yang kurang matang. Gejala keracunan meliputi demam tinggi, nyeri perut, dan diare.
6. Ikan Hiu
Konsumsi daging ikan hiu yang tidak diolah dengan benar dapat menyebabkan keracunan karena kandungan logam berat seperti merkuri dan neurotoksin alami.
7. Alergen Tersembunyi
Beberapa MBG mengandung bahan alergen seperti kacang, susu, atau gluten yang tidak tercantum pada label. Hal ini memicu reaksi alergi pada penerima.
8. Jamur dan Mikotoksin
Biji-bijian atau kacang-kacangan yang disimpan lembap dapat ditumbuhi jamur penghasil mikotoksin, yang bersifat karsinogenik dan merusak hati.
9. Kontaminasi Silang
Peralatan masak yang digunakan untuk bahan mentah dan matang tanpa dicuci bersih menyebabkan perpindahan bakteri patogen ke makanan siap santap.
10. Suhu Penyimpanan yang Tidak Tepat
Makanan yang disimpan pada suhu ruang terlalu lama memicu perkembangbiakan bakteri secara cepat. MBG yang didistribusikan tanpa rantai dingin yang baik rentan menyebabkan keracunan.
Untuk mencegah kejadian serupa, perlu pengawasan ketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi. Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat menjadi kunci utama.