
Demam berdarah dengue (DBD) kerap kali disalahartikan sebagai pilek atau flu biasa karena gejalanya yang mirip. Akibatnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi virus dengue hingga kondisinya memburuk.
Kenali Perbedaan Gejala Demam Berdarah dan Pilek
Meskipun sama-sama diawali dengan demam, demam berdarah memiliki ciri khas tersendiri. Demam pada DBD biasanya tinggi dan mendadak, disertai sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta ruam merah pada kulit. Sementara itu, pilek atau flu biasa lebih sering disertai hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk.
Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
Orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti memiliki penyakit penyerta (komorbid), daya tahan tubuh lemah, atau sedang dalam masa pemulihan, perlu lebih berhati-hati. Jika gejala demam berdarah tidak ditangani dengan cepat, risiko komplikasi seperti pendarahan dan syok dapat meningkat.
- Demam tinggi mendadak tanpa gejala pernapasan
- Nyeri hebat di area belakang mata
- Muncul bintik-bintik merah di kulit
- Mual, muntah, atau nyeri perut
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.