
Puluhan Petugas Pemadam Kebakaran Hutan Bromo Alami Gangguan Kesehatan
Sejumlah petugas yang diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo mengeluhkan masalah kesehatan. Mereka melaporkan gejala seperti sakit kepala dan batuk-batuk setelah bertugas di lapangan.
Petugas dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, dan relawan, telah berusaha keras mengendalikan api yang melanda area savana dan hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Namun, paparan asap tebal dan debu selama operasi pemadaman diduga menjadi penyebab utama gangguan kesehatan yang dialami.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menyatakan bahwa puluhan petugas telah mendapat penanganan medis di posko kesehatan. Mereka diberikan obat-obatan pereda batuk dan sakit kepala, serta diimbau untuk banyak beristirahat.
- Lokasi terdampak kebakaran meliputi area Blok Watangan, Blok Cemorolawang, dan Blok Lembah Watangan.
- Petugas dari TNI, Polri, dan sukarelawan dikerahkan untuk memadamkan api di titik-titik yang sulit dijangkau.
- Asap tebal dan abu vulkanik dari kobaran api menyulitkan pernapasan dan menyebabkan iritasi.
Situasi ini mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan kacamata saat bertugas di zona kebakaran. Pihak berwenang juga terus berupaya mempercepat pemadaman melalui jalur darat dan udara untuk mencegah bertambahnya jumlah petugas yang sakit.