RSUDZA Bersiap Lakukan Transplantasi Ginjal dengan Alat Canggih Rp76 Miliar, Target Jadi Pusat Rujukan Tersier

Home blog RSUDZA Bersiap Lakukan Transplantasi Ginjal dengan Alat Canggih Rp76 Miliar, Target Jadi Pusat Rujukan Tersier
RSUDZA Bersiap Lakukan Transplantasi Ginjal dengan Alat Canggih Rp76 Miliar, Target Jadi Pusat Rujukan Tersier
RSUDZA Bersiap Lakukan Transplantasi Ginjal dengan Alat Canggih Rp76 Miliar, Target Jadi Pusat Rujukan Tersier

Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh tengah mempersiapkan diri untuk melakukan operasi transplantasi ginjal. Langkah ini didukung oleh pengadaan alat kesehatan canggih senilai Rp76 miliar yang akan memperkuat posisi RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan tersier di kawasan barat Indonesia.

Direktur RSUDZA, dr. Ismail, Sp.B, FINACS, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menyelesaikan berbagai persiapan, mulai dari pelatihan tenaga medis hingga uji coba peralatan. “Kami berharap dalam waktu dekat sudah bisa melaksanakan transplantasi ginjal perdana,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Alat-alat yang dibeli meliputi mesin hemodialisis modern, sistem pencitraan mutakhir, serta perangkat operasi khusus untuk transplantasi. Investasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan layanan kesehatan spesialistik dan mengurangi beban pasien yang selama ini harus dirujuk ke luar provinsi.

Menurut data internal rumah sakit, angka penderita gagal ginjal kronis di Aceh terus meningkat setiap tahun. Dengan adanya layanan transplantasi ginjal, RSUDZA berharap bisa memberikan solusi jangka panjang bagi pasien, bukan sekadar pengobatan paliatif melalui cuci darah.

“Transplantasi ginjal tidak hanya memperpanjang hidup, tapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan. Kami ingin memberikan akses yang setara bagi warga Aceh,” tambah dr. Ismail.

Selain fasilitas, RSUDZA juga menjalin kerja sama dengan beberapa rumah sakit besar di Indonesia yang sudah memiliki pengalaman dalam transplantasi ginjal. Kerja sama ini mencakup pendampingan teknis, pelatihan dokter, dan pengelolaan obat imunosupresan pasca-operasi.

Saat ini, tim medis RSUDZA tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya donor ginjal sukarela. Mereka juga membuka pendaftaran calon donor dan penerima yang memenuhi kriteria medis. Dengan demikian, diharapkan program ini tidak hanya menjadi mimpi, tapi segera terwujud dan membantu banyak pasien.