
Banyak yang mengira setelah menerima vaksin HPV, mereka tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan Pap Smear. Anggapan ini ternyata keliru. Dokter menegaskan bahwa vaksin HPV bukanlah pengganti dari tes Pap Smear.
Vaksin HPV memang ampuh mencegah infeksi Human Papillomavirus, yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Namun, vaksin ini tidak melindungi dari semua jenis HPV. Ada sekitar 14 tipe HPV berisiko tinggi, dan vaksin hanya mencakup beberapa di antaranya, yaitu tipe 16 dan 18 yang paling umum.
Oleh karena itu, Pap Smear tetap penting untuk mendeteksi perubahan abnormal pada sel serviks yang bisa berkembang menjadi kanker. Tes ini bisa menemukan kelainan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan menyarankan wanita yang sudah aktif secara seksional untuk melakukan Pap Smear secara rutin, terlepas dari status vaksinasinya. Pemeriksaan ini idealnya dilakukan setiap tiga tahun sekali bagi wanita berusia 21-65 tahun.
Jadi, meski sudah divaksin HPV, jangan lengah. Pap Smear adalah langkah krusial dalam menjaga kesehatan serviks. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk jadwal pemeriksaan yang tepat.