
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil mengembangkan inovasi bernama Deep-BioOrtho, sebuah teknologi yang dirancang untuk mendeteksi kanker paru-paru pada tahap awal. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi diagnosis sekaligus mempercepat penanganan medis bagi pasien.
Teknologi Berbasis Kecerdasan Buatan
Deep-BioOrtho memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan teknik pengolahan citra biomedis untuk menganalisis sampel jaringan paru. Sistem ini mampu mengidentifikasi sel abnormal dengan tingkat presisi yang tinggi, sehingga dokter dapat segera mengambil tindakan yang tepat.
Mengatasi Keterbatasan Metode Konvensional
Selama ini, deteksi kanker paru sering kali baru terdeteksi pada stadium lanjut karena keterbatasan alat dan metode yang ada. Deep-BioOrtho hadir sebagai solusi dengan memberikan hasil diagnosis yang lebih cepat dan akurat, bahkan tanpa perlu prosedur invasif yang rumit.
Harapan ke Depan
Pengembangan Deep-BioOrtho merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin di UI, menggabungkan pengetahuan di bidang kedokteran, teknik biomedis, dan ilmu komputer. Tim peneliti berharap teknologi ini dapat segera diuji coba di rumah sakit dan diproduksi massal untuk membantu tenaga medis di Indonesia dalam memerangi kanker paru.