
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun 2026 berhasil mengembangkan sebuah teknologi baru dalam pengobatan hepatitis C. Inovasi ini berfokus pada sistem penghantaran obat yang ditargetkan secara spesifik ke organ hati, sekaligus mengintegrasikan antioksidan untuk meningkatkan efektivitas terapi.
Mengapa Penghantaran Obat Selektif Penting?
Hepatitis C adalah penyakit yang menyerang hati dan dapat menyebabkan kerusakan serius jika tidak ditangani dengan tepat. Obat-obatan yang ada saat ini seringkali menyebar ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Dengan sistem penghantaran selektif, obat langsung menuju sel-sel hati yang terinfeksi, sehingga dosis yang diperlukan lebih kecil dan efek samping berkurang.
Peran Antioksidan dalam Terapi
Integrasi antioksidan dalam sistem ini memberikan perlindungan tambahan pada sel hati dari kerusakan oksidatif yang sering terjadi selama infeksi. Antioksidan membantu menetralisir radikal bebas, sehingga proses penyembuhan dapat berjalan lebih optimal dan risiko komplikasi menurun.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi terobosan dalam penanganan hepatitis C, terutama di Indonesia yang memiliki angka prevalensi cukup tinggi. Tim PKM RE Unhas berharap penelitian ini dapat terus dikembangkan hingga tahap uji klinis dan akhirnya dapat diakses oleh masyarakat luas.