
Seorang pasien pria dilaporkan mengalami kondisi kritis setelah memutuskan untuk berhenti minum obat hepatitis B tanpa pengawasan medis. Akibat tindakan tersebut, ia menderita gagal hati akut yang disertai dengan perubahan tingkat kesadaran.
Menurut laporan dari Vietnam.vn, pria tersebut sebelumnya telah menjalani pengobatan untuk hepatitis B. Namun, karena alasan tertentu, ia menghentikan terapinya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Keputusan ini berujung pada memburuknya fungsi hati secara drastis.
Gagal hati akut ditandai dengan kerusakan sel hati yang cepat, sehingga organ tidak mampu lagi menjalankan fungsinya dengan baik. Pada kasus ini, pasien juga mengalami ensefalopati hepatik, yaitu gangguan kesadaran akibat akumulasi racun dalam darah yang seharusnya dibersihkan oleh hati.
Dokter menekankan pentingnya kepatuhan minum obat bagi penderita hepatitis B. Penghentian pengobatan secara mendadak dapat memicu reaksi berbahaya, termasuk peradangan hati yang parah dan komplikasi mengancam jiwa.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyakit kronis seperti hepatitis B memerlukan manajemen jangka panjang di bawah arahan tenaga medis. Pasien dianjurkan untuk selalu berkonsultasi sebelum mengubah dosis atau menghentikan obat, meskipun merasa kondisi sudah membaik.