
Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengendalikan penyebaran penyakit pada unggas. Langkah terbaru yang dilakukan adalah dengan memperketat pemantauan kesehatan unggas di tiga kabupaten sekaligus.
Kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi munculnya penyakit, terutama penyakit yang dapat menyebar dengan cepat. Dengan deteksi dini, diharapkan langkah pencegahan dan penanganan bisa segera dilakukan sehingga wabah dapat diminimalisir.
Tiga kabupaten yang menjadi lokasi pengawasan ini dipilih karena memiliki populasi unggas yang padat dan merupakan daerah dengan risiko penularan penyakit yang cukup tinggi. Tim dari Kementan akan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi unggas dan memberikan edukasi kepada para peternak.
Selain memantau kesehatan hewan, Kementan juga mendorong peternak untuk menerapkan biosekuriti yang ketat. Biosekuriti ini meliputi kebersihan kandang, pengaturan lalu lintas orang dan alat, serta pemisahan unggas yang sakit dari yang sehat.
Program pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen Kementan untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan unggas yang sehat, pasokan daging dan telur tetap terjaga baik kualitas maupun kuantitasnya. Langkah antisipatif ini sekaligus melindungi para peternak dari kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah penyakit.