
Yayasan Indonesia Mulia (YIM) bersama dengan pihak dari Kecamatan Ilir Barat 1 telah menjalin kerja sama strategis. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk merancang dan mempersiapkan masa transisi program penanganan HIV. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kemungkinan berakhirnya dukungan dana dari para donor.
Dalam waktu dekat, pendanaan dari sumber eksternal diperkirakan akan berkurang atau bahkan berhenti sama sekali. Oleh karena itu, kedua belah pihak merasa perlu untuk segera menyusun rencana agar program-program yang sudah berjalan tidak terputus. Keberlanjutan layanan bagi para pengidap HIV menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini.
Proses transisi ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tenaga kesehatan, pendamping sosial, dan komunitas yang terdampak. YIM dan pemerintah setempat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pasien tetap mendapatkan akses terhadap pengobatan dan dukungan psikososial yang mereka butuhkan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan tidak ada celah dalam pelayanan meskipun sumber pendanaan berubah.
Langkah antisipatif ini dinilai sangat penting mengingat HIV masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Tanpa persiapan yang matang, penghentian dana donor bisa berdampak negatif pada kelangsungan hidup dan kualitas hidup para pengidap HIV. Melalui kerja sama ini, YIM dan Ilir Barat 1 berupaya membangun sistem yang lebih mandiri dan berkelanjutan.