
Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mendesak pemerintah kota untuk meningkatkan layanan kesehatan yang proaktif, terutama dalam penanganan pasien stroke. Desakan ini muncul setelah ditemukannya seorang penyintas stroke yang telah lima tahun hidup dengan kondisi tersebut di wilayah Dukuh Pakis, Surabaya.
Temuan ini menunjukkan masih adanya celah dalam sistem pelayanan kesehatan yang perlu segera diperbaiki. Anggota Komisi D DPRD Surabaya menekankan pentingnya peran aktif tenaga medis dan fasilitas kesehatan dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan perawatan jangka panjang, seperti penderita stroke.
Menurut dewan, layanan kesehatan tidak hanya harus responsif terhadap keluhan yang masuk, tetapi juga harus proaktif dalam melakukan deteksi dini dan pemantauan kondisi pasien. Hal ini dianggap krusial untuk mencegah kondisi kesehatan yang lebih buruk dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Langkah konkret yang diusulkan antara lain memperkuat program kunjungan rumah oleh petugas kesehatan, meningkatkan sosialisasi tentang gejala stroke dan pentingnya penanganan cepat, serta memastikan akses rehabilitasi yang memadai bagi para penyintas.
Dengan adanya temuan ini, diharapkan pemerintah Kota Surabaya dapat segera mengevaluasi dan memperbaiki sistem layanan kesehatan agar lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh warganya, terutama mereka yang membutuhkan perawatan intensif dalam jangka waktu panjang.