
Dokter Ungkap Bahaya Asap Kebakaran Hutan: Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Paparan asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh dianggap remeh. Seorang dokter spesialis paru menjelaskan bahwa menghirup partikel berbahaya dari asap ini dalam jangka panjang dapat memicu risiko terkena kanker paru-paru. Hal ini karena asap karhutla mengandung banyak zat karsinogenik yang dapat merusak sel-sel paru.
Menurut sang dokter, partikel halus atau PM2.5 yang terkandung dalam asap kebakaran mampu menembus jauh ke dalam saluran pernapasan dan paru-paru. Ketika terpapar terus-menerus, partikel tersebut bisa mengakibatkan peradangan kronis dan mutasi sel yang akhirnya berkembang menjadi sel kanker. Selain itu, asap juga mengandung senyawa beracun seperti benzena dan formaldehida yang semakin meningkatkan risiko.
Dokter menekankan bahwa masyarakat yang tinggal di daerah rawan karhutla, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit paru sebelumnya, harus sangat waspada. Menggunakan masker N95 saat di luar ruangan, memasang alat pembersih udara di rumah, serta menghindari aktivitas di luar saat kualitas udara buruk adalah langkah-langkah penting untuk mengurangi paparan. Selain itu, jika mengalami gejala seperti batuk terus-menerus, sesak napas, atau nyeri dada, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pencegahan jangka panjang juga mencakup pengelolaan lingkungan dan penegakan hukum terhadap pembakaran lahan. Dengan upaya bersama, risiko kesehatan akibat asap karhutla, termasuk kanker paru, dapat diminimalkan.