
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan atau ultra-processed food (UPF) secara signifikan dapat meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker. Temuan ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap pola makan sehari-hari.
Makanan ultra-olahan adalah produk pangan yang telah melalui serangkaian proses industri kompleks, seperti penambahan pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan bahan kimia lainnya. Contohnya termasuk minuman bersoda, sereal manis, keripik kemasan, nugget, dan makanan beku siap saji. Studi yang diterbitkan di jurnal ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi UPF yang tinggi berkaitan erat dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, kanker payudara, dan kanker pankreas.
Penelitian ini melibatkan ribuan partisipan yang dipantau selama bertahun-tahun. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi UPF lebih dari empat porsi per hari memiliki risiko 23% lebih tinggi terkena kanker kepala dan leher, serta 24% lebih tinggi terkena kanker kerongkongan. Selain itu, risiko kanker hati dan kanker usus besar juga meningkat secara signifikan.
Para ahli menduga bahwa kandungan bahan tambahan makanan, seperti pengemulsi dan pemanis buatan, serta proses pemanasan tinggi pada suhu ekstrem, dapat memicu peradangan kronis dan stres oksidatif dalam tubuh. Keduanya merupakan faktor yang memicu pertumbuhan sel kanker.
Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa tidak semua UPF berbahaya secara merata. Produk seperti roti gandum utuh atau sereal berserat tinggi mungkin masih memberikan nutrisi bermanfaat. Namun, konsumsi makanan seperti minuman manis, daging olahan, dan camilan kemasan harus dibatasi.
Sebagai langkah pencegahan, disarankan untuk beralih ke pola makan alami yang kaya akan buah, sayur, kacang-kacangan, dan ikan. WHO juga merekomendasikan untuk mengurangi asupan gula, garam, dan lemak jenuh yang banyak terdapat pada UPF.