
Kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram di pasaran membuat sejumlah pembeli mengeluhkan kondisi ini. Mereka merasa kesulitan mendapatkan bahan pokok tersebut dan terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli beras dengan harga yang lebih mahal.
Seorang pembeli yang ditemui di pasar tradisional mengaku pusing tujuh keliling karena harus bolak-balik mencari beras premium 5 kg. “Saya sudah ke beberapa toko, tapi stoknya kosong. Kalau pun ada, harganya sudah melambung tinggi. Pengeluaran jadi boncos,” ujarnya.
Kelangkaan ini diduga akibat gangguan distribusi dan meningkatnya permintaan. Para pedagang pun kesulitan mendapatkan pasokan dari distributor. Akibatnya, harga beras premium di tingkat eceran melonjak signifikan.
Beberapa konsumen terpaksa membeli beras medium sebagai alternatif, meskipun kualitasnya berbeda. Namun, tidak sedikit yang tetap memaksakan diri mencari beras premium demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga beras premium agar tidak memberatkan masyarakat.