
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini tengah memusatkan perhatian pada pengembangan lima karakteristik unggul pada tanaman pisang. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan varietas pisang yang lebih tahan terhadap serangan penyakit, serta memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Fokus riset ini tidak hanya pada ketahanan terhadap hama dan penyakit, tetapi juga pada peningkatan mutu gizi yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih bagi konsumen.
Lima Sifat Unggul yang Diburu
Dalam upaya perbaikan genetik pisang, BRIN menetapkan lima sifat utama yang menjadi target. Pertama, ketahanan terhadap penyakit yang umum menyerang tanaman pisang, seperti layu fusarium dan penyakit darah. Kedua, peningkatan produktivitas agar hasil panen lebih melimpah. Ketiga, perbaikan mutu buah, termasuk rasa, tekstur, dan ukuran. Keempat, kandungan nutrisi yang kaya, terutama zat besi, seng, dan provitamin A. Kelima, adaptabilitas yang baik terhadap perubahan iklim, seperti kekeringan atau curah hujan tinggi.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi pisang sebagai komoditas unggulan. Dengan memiliki varietas yang unggul, diharapkan petani dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan mereka, serta masyarakat dapat menikmati buah pisang yang lebih sehat dan bergizi.
Metode dan Harapan ke Depan
Penelitian ini menggunakan pendekatan pemuliaan konvensional dan bioteknologi. BRIN bekerja sama dengan berbagai lembaga riset dan universitas untuk mempercepat proses pengembangan. Para peneliti optimis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, varietas pisang unggul dengan karakteristik tersebut dapat dilepas dan dibudidayakan secara luas, mendukung program diversifikasi pangan dan peningkatan gizi masyarakat.